Minggu, 11 Desember 2016

Andai Aku Jadi Gubernur Jakarta

Andai, kalau saja, dan seumpama itu mudah namun tentu mewujudkannya lebih susah.

Apapun alasanya, tapi ingat, bahwa sebagai warga negara Indonesia yang baik dan beiman maka anda juga berhak bermimpi jadi Gubernur DKI, lalu kemudian RI-1. Sebagaimana sayapun juga berhak bermimpi menjadi DKI-1 atau bahkan RI-1.

Andai aku jadi DKI-1, maka program kerja pertama yang akan saya lakukan adalah mempertahankan sungai ciliwung dan sungai sungai lainnya menjadi tempat pembuangan limbah, sampah, dan kotoran, helikopter- helikopter yang ada di atas sungai, akan saya rawat agar memiliki nilai seni dan menjadi indah.

Sedari dahulu kala masyarakat kita terbiasa naik helikopter bila hendak buang hajat . Membuang sampah di kali juga telah kita warisi sejak nenek moyang, bahkan sebelum anda lahir kakek-kakek kita telah terbiasa membuang sampah di sungai.

Ekstrim, bila anda berusaha merubah tradisi yang sudah turun temurun, apalagi keberadaan gadis gadis yang mandi di pinggir kali, dan berbagai heli yang didekorasi bisa menjadi karya seni yang dapat menarik wisatawan asing.

Bagaimana menurut anda? setuju? atau anda akan berkata ide gila, seharusnya sungai sungai itu dinormalisasi dan dibersihkan dari sampah agar airnya kembali jernih sejernih yang ada di hulunya. Hulu sungai ciliwung begitu jernih, nan indah, sedangkan sungai Ciliwung yang ada di Jakarta menjijikkan, kotor penuh dengan sampah.

Kalau anda tidak setuju dengan upaya mempertahankan keberadaan sampah yang mengotori sungai, padahal itu telah lama menjadi budaya masyarakat kita. Anda juga menuntut adanya normalisasi dan upaya serius menjaga kebersihan sungai ciliwung. Namun mengapa anda enjoy saja mengetahui agama anda terkontaminasi dengan sampah budaya dan kreasi tangan tangan jahil sebagian manusia? Mengapa anda menutup mata, dan bahkan berdaih dengan budaya lokal atau kearifan lokal yang layak dipertahankan?

Mengapa anda begitu alergi setiap kali mendengar ajakan pemurnian agama, agar kembali jernih dan indah seperti yang diajarkan dan diamalkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kemudian diterapkan dan diajarkan oleh para sahabatnya?

Sebagaimana mencampurkan sampah atau limbah apapun ke sungai merusak dan mengotorinya maka demikian pula menambahkan hasil kreasi dan rekayasa anda ke dalam urusan agama juga dapat merusaknya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
(مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ) رواه البخاري ومسلم
"Barang siapa yang mengadakan dalam urusan kami ini (agama) sesuatu hal yang tidak ada (dalil) darinya, maka hal itu tertolak" (Al Bukhory dan Muslim).

Bagaimana? semoga tidak alergi lagi kalau mendengar saudara anda memerangi bid'ah dan sampah budaya dalam urusan agama. Masak anda lebih cinta kepada kemurnian sungai ciliwung dibanding kemurniaan agama anda?

(sumber :https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/1184121395002365)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar